Karst Sangkulirang-Mangkalihat Menuju Warisan Dunia

Bandung, vivaborneo.com, Kars Sangkulirang Mangkalihat terus dirumuskan untuk menjadi warisan dunia. Saat ini baru saja berakhir rumusan naskah nominasi (dossier) kepada Unesco (United Nations Educational, Scienctific and Culture Organization/ Organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa Bidang Pendidikan, Sains dan Budaya).
Acara pengisian naskah ini berlangsung 12-17 Desember 2018, di Kota Bandung, Jawa Barat dengan melibatkan p ara peneliti dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Kaltim, wilayah kerja Kalimantan beserta tim dari berbagai unsur seperti Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Pemerintah Provinsi Kaltim serta unsur akademisi, dan praktisi.

Pengisian naskah ini didampingi langusung oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan masih bekerja keras untuk melengkapi data dan informasi yang masing kurang sebelum diajukan kepada pihak UNESCO.

Menurut Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kalimantan Timur, Drs. Budhy Sancoyo, M. A. berdasarkan hasil telah dari Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN), struktur gambar cadas yang ada di dua Kabupaten, yakni Kutai Timur dan Berau ini, merupakan warisan dunia yang harus dilestarikan.

“Kami mengeluarkan rekomendasi agar Gubernur Kaltim menetapkan 54 gua dan ceruk dengan gambar cadas dalam satuan ruang geografis Sangkulirang – Mangkalihat sebagai Struktur Cagar Budaya, Kawasan Cagar Budaya dan meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan sebagai Cagar Budaya peringkat Nasional,” ujarnya.

Dijelaskan, kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat telah didaftarkan pada tahun 2014 dan masuk dalam daftar sementara (Tentative List) UNESCO Ref: 6009 tertanggal 30 Januari 2015, dengan judul “Sangkulirang Mangkalihat Karst: Prehistoric Rock Art Area”.

“BPCB Kaltim telah mendata 54 objek gua dan ceruk prasejarah dengan total gambar 2.502 buah, yang meliputi gambar cap tangan, flora, fauna, pola geometris, yang tersebar lokasi gua dan ceruk dalam Kawasan Karst seluas lebih dari 12.000 Ha yang telah terdelineasi,” jelasnya.(http://www.vivaborneo.com/?p=40971)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *