Dispar Kaltim Imbau Kabupaten/Kota Tunda Event Pariwisata

SAMARINDA – Sejak mewabahnya  penyebaran wabah virus corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid 19) di Kalimantan Timur hingga saat ini, Dinas Pariwisata selalu aktif berkoordinasi dengan kabupaten dan kota terkait pengelolaan kawasan ataupun objek pariwisata di masing-masing daerah.

Kepala Dinas PAriwisata Kaltim, Sri Wahyuni

Koordinasi yang dilakukan diantaranya melakukan langkah dan upaya antisipasi semakin meluasnya penyebaran virus asal Wuhan, Cina tersebut di seluruh kabupaten dan kota.

Dinas Pariwisata Kaltim secara khusus tidak membuat surat edaran terkait pengelolaan destinasi atau kawasan pariwisata yang dikelola daerah, tetapi tetap berpegang pada imbauan pemerintah pusat dan Gubernur Kaltim, bahwa obyek wisata harus tetap waspada akan penyebaran virus ini. 

“Pemprov memang tidak membawahi ataupun mengelola langsung destinasi. Usaha pariwisata dibina langsung kabupaten dan kota. Karena ijin dan pajaknya merupakan PAD bagi daerah tersebut,” kata Kepala Dispar Kaltim Sri Wahyuni ketika dikonfirmasi via WA terkait antisipasi penyebaran Covid 19 di destinasi pariwisata di Kaltim, Jumat (27/3).

Diakuinya, koordinasi dan komunikasi secara intensif terus dilakukan Dispar Kaltim dengan kabupaten dan kota. Sebab, penyebaran wabah Covid 19 tidak bisa dipungkiri pasti menyentuh dan berimbas pada sektor pariwisata di daerah.

 Penegasannya lanjut Wahyuni, sekedar mengimbau dan mengingatkan terhadap kabupaten dan kota agar memahami surat edaran Gubernur Kaltim terkait pencegahan penyebaran Covid 19 dan mengikuti protokol dalam mengantisipasi meluasnya wabah virus corona.

Imbuan yang dilakukan seperti menunda sejumlah calendar event yang telah tersusun untuk ditunda atau dibatalkan, tidak mengundang orang untuk berkumpul dalam satu acara besar, meyosialisasikan pentingnya social distancing dan gemar cuci tangan dan lain-lain.

 Apalagi, tegasnya, Gubernur Kaltim Isran Noor juga sudah mengeluarkan surat keputusan status kejadian luar biasa (KLB) darurat bencana akibat penyakit Covid 19 di Kalimantan Timur yang berlaku hingga 90 hari kedepan.

“Jadi sementara untuk imbauan di sektor pariwisata seperti penundaan kegiatan event ataupun festival hingga waktu yang belum ditentukan. Semua kan sudah masuk dalam edaran Gubernur Kaltim,” ungkap Sri Wahyuni.  (https://kaltimprov.go.id/berita/dispar-imbau-tunda-event-pariwisata)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *